Blog

Bioaditif Minyak Atsiri Membantu Mesin Diesel Lebih Bersih, Irit dan Rendah Emisi

Truk dump diesel berwarna krem di lokasi proyek, sedang diisi tanah oleh excavator ke bak belakang.

Bioaditif minyak atsiri untuk mesin diesel membantu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan efisien saat kualitas solar tidak konsisten. Tanpa dukungan ini, pembakaran bisa kurang sempurna sehingga memicu kerak/carbon, tarikan berat, filter cepat kotor, dan biaya perawatan membengkak.

Ilustrasi cutaway sistem bahan bakar mesin diesel: tangki (biru) terhubung ke fuel filter/water trap, pipa bahan bakar menuju injektor, lalu masuk ke ruang bakar yang disorot cahaya.

Apa Itu Bioaditif MinyakA tsiri?

Bioaditif minyak atsiri berasal dari bahan organik (minyak atsiri) dan membantu meningkatkan performa pembakaran pada mesin diesel. Menurut penjelasan Kemenperin (September 2023), bioaditif menyempurnakan pembakaran di ruang bakar dengan menstabilkan densitas (density) dan memperbaiki atomisasi bahan bakar. Hasilnya, pembakaran jadi lebih bersih dan efisien sehingga berpotensi menurunkan emisi serta mengurangi konsumsi BBM.

Sepenting Apa Sistem Pembakaran Biosolar Yang Sempurna?

Kalau atomisasi dan pembakaran tidak optimal, efeknya biasanya terasa seperti ini:

  • Tarikan terasa berat, akselerasi kurang responsif.
  • Asap/baunya lebih menyengat, indikasi pembakaran kurang bersih.
  • Kerak/carbon lebih cepat terbentuk (ruang bakar, injektor, ujung nozzle).
  • Filter & sistem bahan bakar lebih cepat kotor, perawatan jadi lebih sering.

Grinzest Bioaditif menjawab masalah-masalah tersebut dengan membantu mesin menghasilkan pembakaran yang lebih rapi, sehingga beban kerja mesin terasa lebih ringan.

Dalam paparan Perkumpulan Bioaditif Berbasis Minyak Atsiri Indonesia, beberapa laboratorium (Trakindo, Petrolab, dan LEMIGAS) menguji bioaditif pada berbagai aplikasi diesel (alat berat, genset, dan kendaraan diesel). Dari ringkasan hasil uji tersebut, penggunaan bioaditif minyak atsiri menunjukkan potensi untuk:

  • Menurunkan emisi karbon (COx) hingga 83,78%
  • Menurunkan emisi nitrogen (NOx) hingga 85,22%
  • Menurunkan kadar pengotor partikel (4, 6, 10 micron) sekitar 80-85%
  • Menurunkan kadar air (moisture) pada bahan bakar hingga 10,52%

Pentingnya SNI dalam Bioaditif Minyak Atsiri

Kemenperin juga menegaskan dukungan penyusunan standar mutu melalui SNI 8744:2019 (bioaditif berbasis minyak atsiri untuk bahan bakar motor diesel). Standar ini menjadi acuan mutu dan kompatibilitas, sehingga pengguna armada, workshop, maupun operator alat berat bisa membedakan produk yang benar-benar bermutu dari produk yang sekadar klaim.

Grinzest mengusung pendekatan bioaditif berbasis minyak atsiri dengan tujuan jelas: membantu pembakaran diesel lebih bersih dan efisien, mendukung penurunan emisi, menjaga sistem bahan bakar lebih bersih, serta mengurangi potensi biaya perawatan berulang.

Sumber: antaranews.com